Robohnya RS Regional Aceh Tengah Diduga Karena Pencurian Spek

AcehHeadline.com | Banda Aceh,- Kasus robohnya Rumah Sakit (RS) Regional Aceh Tengah diduga karena pencurian spesifikasi atau spek dan kesalahan pengerjaan struktur bangungan sehingga terjadi ambruk.

Kasus Robohnya RS Regional Aceh Tengah beberapa waktu yang lalu yang sempat viral diduga dalam pengerjaan bangunan adanya pencurian spek dan kesalahan pengerjaan struktur bangunan, ujar Dirkrimsus Polda Aceh, Kombes Winardy SH, SIK, MS dalam konfrersi Pers di Lobi Ditreskrimsus Polda Aceh, Jumat, (10/02/2023).

“Selain metode pembangunan yang salah mereka juga mencuri spek, seharusnya besi yang digunakan dengan ukuran A akan tetapi mereka gunakan jauh sekali spesifikasi , bisa separuh dari spek. Bagunan yang ditambah dengan pekerjaan baru diatasnya sehingga menyebabkan beban berat dan tidak mampu ditopang oleh besi yang speknya tidak sesuai jadi runtuh”, ujar Kombes Winardy.

Dalam kasus ini pihak Polda Aceh bergerak dengan cepat dan saat ini telah bekerja sama dengan tim ahli kontruksi Politehnik Lhokseumawe dan ahli penilai Unsyiah dan juga telah meminta ahli penghitungan kerugian Negara dari BPKP.

Sematara Winardy, untuk dokumen yang telah diamankan sebanyak 24 dokume,  mulai dari dokumen perencanaan hingga dokumen pembayarannya.

Tidak hanya itu, kata Winardy, 21 saksi telah diperiksa dan kasus tersebut akan ditingkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan dan alat bukti yang diterima dari ahli kontruksi Politeknik Negeri Lhoksumawe yaitu pencurian spek dan metode pambangunan yang salah.

Lebih lanjut Winardy akan menyampaikan fakta fakta yang muncul setalah hasil gelar dilakukan oleh pihak Polda Aceh dalam hal ini Dirkrimsus Polda Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *