Halaqah Malam Jumat di Meuligoe, Abah Junaidi Bahas Seputar Puasa Ramadhan - Aceh Headline

Home / Daerah / News / Sosial

Jumat, 16 Februari 2024 - 14:38 WIB

Halaqah Malam Jumat di Meuligoe, Abah Junaidi Bahas Seputar Puasa Ramadhan

admin - Penulis Berita

Ustadz Abah Juniadi, sedang membahas seputar pelaksanaan puasa sebulan penuh di Bulan Ramadhan dan juga terkait zakat, pada pengajian atau halaqah malam jumat di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kamis (15/02/2024) malam.  FOTO/ PROKOPIM PEMKAB ACEH BESAR

Ustadz Abah Juniadi, sedang membahas seputar pelaksanaan puasa sebulan penuh di Bulan Ramadhan dan juga terkait zakat, pada pengajian atau halaqah malam jumat di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kamis (15/02/2024) malam. FOTO/ PROKOPIM PEMKAB ACEH BESAR

AcehHeadline.com | Aceh Besar,- Pengajian atau halaqah malam jumat di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kamis (15/02/2024) malam, yang diasuh oleh Ustadz Abah Juniadi, membahas seputar pelaksanaan puasa sebulan penuh di Bulan Ramadhan dan juga terkait zakat.

“Puasa adalah kewajiban semua umat Islam, terkecuali bagi beberapa pihak yang ditentukan dalam syariat Islam yang dibebaskan dari kewajiban berpuasa Ramadhan,” kata Abah Junaidi yang juga Imuem Chik Masjid Agung Almunawarah Kota Jantho.

Dalam pengajian yang berlangsung di Meunasah Meuligoe yang ikut dihadiri langsung oleh Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, Kadis Pendidikan Aceh Besar Bahrul Jamil SSos MSi serta warga seputaran Kota Jantho itu, Abah Junaidi mengatakan, dalam menentukan awal berpuasa Ramadhan, sebaiknya ummat islam berpegang pada ketentuan yang diambil oleh ulil amri, dalam hal ini Kemenag RI atau lembaga yang punya kewenangan untuk itu.

“Mereka memiliki kompetensi yang kuat termasuk alat yang mumpuni untuk melihat hilal, serta juga melalui hisab dan rukyat,” kata Abah Junaidi yang juga pengasuh Dayah di Lamkabeu Kecamatan Seulimuem.

Pada sisi lain, Abah juga mengakui jika penentuan hilal itu lebih afdal secara syar’i dengan mata telanjang, dan agama lebih merekomendasikan secara alami.

Namun karena keterbatasan daya jangkau pandangan,maka digunakan peralatan modern seperti teropong untuk lebih memperjelas penampakan awal bulan.

Di sisi lain, Abah Junaidi mengingatkan, puasa Ramadhan hanya berlangsung dalam dua versi sesuai kondisi masa waktu Ramadhan saat puasa dijalankan.

“Yang jelas Puasa Ramadhan hanya ada 29 dan 30 hari, jika lebih atau kurang dari jumlah itu, maka puasa ramadhan sudah tidak dibenarkan, karena keluar dari ketentuan syariat Islam,” tandas Abah.

BACA JUGA:  Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pidie Berhasil Tangkap Pengedar Sabu

Dalam kesempatan itu, para jamaah juga menanyakan seputar pelaksanaan zakat fitrah dan hal lain seputar puasa Ramadhan. Ustad Junaidi mengingatkan beberapa hal termasuk ketentuan dalam pembagian zakat fitrah yang harus benar benar sesuai dengan senif yang ditentukan dalam agama.

“Jangan berikan zakat kepada non mustahik. Ingat, beramallah dengan ilmu, bukan dengan mendengar dari sana sini,” pungkas Abah Junaidi.(**)

Share :

Baca Juga

FGD Qanun Nomor 9 Tahun 2008

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Pembukaan FGD Qanun Nomor 9 Tahun 2008

Daerah

BPP Simpang Tiga Berikan Penyuluhan Perendaman Benih
Pelanggaran HAM Berat

Daerah

Kapolda Aceh Hadiri Rakor dengan Menko Polhukam, Bahas Pelanggaran HAM Berat
Desa Wisata Nusa

Daerah

Raih ASEAN Tourism Awards, Kadisbudpar Aceh Apresiasi Desa Wisata Nusa

Daerah

Isnaini Husda Sosialisasi Beasiswa PIP di SMP 8 Banda Aceh 
Kapolsek Peusangan

Daerah

Kapolsek Peusangan Rehab Dinding Rumah Janda 75 Tahun di Gampong Keude Matang

Daerah

Pride Aceh Ajak Masyarakat Bijak Dalam Bersosial Media

Daerah

Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik Korban Kebakaran Lam Apeng